Bismillah….

Mungkin dari ada dari kita yang merupakan wong “ndeso”. Bisa jadi kamu yang baca ini ..

Pernah maen di sungai, bersahabat dengan alam, main di sawah, cari ikan, berenang, makan ketela dan bakar di tepian sungai maupun di tengah persawahan, “cari” tebu terus dikejar mandor ataupun hal-hal lain yang penuh kenangan diwaktu kita kecil dulu.

Masih kecil kita adalah masa paling bahagia.

Mungkin itu yang kita alami dan kita rasakan saat itu. Seiring dengan gaya dan lingkungan kehidupan yang ada sekarang ini jauh berbeda dengan apa yang kami rasakan dan nikmati waktu itu.

Kita punya kenangan indah di sebuah sungai yang kami kami sering memanggilnya “Dung Wuni”. Tempat ini biasa kami sering berenang dan letaknya pada posisi tertentu di sebuah sungai. Lokasi ada di daerah Sapen Sukorejo wilayah di Kabupaten Kendal. Saya pernah tenggelam dikali ini, seperti layaknya teman-teman lain yang belum pernah berenang disaat itu. Tenggelam dan kemudian minum air terus diselamatkan teman lain saat itu merupakan hal biasa diwaktu itu.

Takut..Ya takut..tapi besoknya berenang lagi.

Kadang kali kami terpaksa harus menepi sebentar karena ada yang mau “lewat sebentar”. Yang mau lewat itu kita dorong pakai air sekitarnya biar segera lewat dengan secepatnya. Dan tak lain yang mau lewat itu adalah “Tai” yang dikeluarkan oleh pemiliknya dari sungai bagian atas dari tempat kami. Yaa…begitulah indahnya masa kecil kami.

Kamipun bisa merasakan bagaimana caranya maaf “Beol” di sungai. Awal mula saya merasa canggung  dan gak keluar-keluar itunya. Tapi berhubung di ajari teman, lama-lama jadi tahu juga cara “Beol” di sungai atau kali..hehehe…

Waktu dulu kami kecil, sepertinya waktu itu berjalan sangat lama alias tidak secepat sekarang ini. Sepulang dari sekolah, kami masih bisa ada waktu tuk maen di sungai, sawah, cari ikan dan lain sebagainya. Tapi sekarang…… kok sepertinya waktunya terasa lebih pendek…eh tiba-tiba sudah magrib.

Masa kecil kami dan mungkin anda pun lebih sangat bahagia, bukankah demikian??….

Kepenatan pekerjaan dan ritme kegiatan anak sekolah sekarang sepertinya membuat kami yang berada dan mengalami masa-masa bahagia itu seperti ingin kembali ke masa itu tuk sekedar menikmati kehidupan. Yaa. ..menikmati kehidupan yang ada dengan indahnya.Oohh….betapa ingatnya saya saat masa-masa itu.

Ketika kami selesai dari “Dung Wuni” atau sungai itu, ada rutinitas yang harus kami jalani sebelum pulang kerumah. Yaitu mengeringkan rambut. Yaa…mengeringkan rambut karena saya kalau dirumah bakal dimarahi oleh bapak karena ketahuan maen di sungai. Dan sepertinya anak-anak yang lain pun melakukan hal yang sama dan dirumahpun rata-rata juga dimarahin kalau maen disungai. Ada waktu tuk bermain di sungai, belajar ngaji dimadrasah atau TPQ di sore hari. Betapa waktu kami sangat panjang diwaktu itu. Beda sekali dengan sekarang.

Beberapa waktu yang lampu saya coba menapaki jejak didaerah itu, ada detak-detak dan romansa memori masa lalu yang menyeruak. Tiap tingkungan jalan setapaknya sepertinya ada yang melompat-lompat dan meninggalkan kenangan indah saat itu. Banyak perubahan luar biasa didaerah itu, dan tempat yang kami sebut “Dung Wuni” itu sekarang berubah menjadi tempat sampah di tepiin sungai. Benar-benar ada “Deg” yang luar biasa saat itu.

Itulah kami saat itu….. Mungkin kami tak menginginkan anak-anak kami berada pada posisi kami saat itu. Tapi ada harapan besar dari kami agar anak-anak kita nanti bisa merasakan kebahagian yang jauh lebih bahagia dari apa yang kami rasakan diwaktu itu.

 

www.madinahkecil.com

 

Sungai masa kecil…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *