Bismillah..

 

Dulu, saat awal bangkrut, orang-orang yang mengaku teman mendadak jadi preman lapangan, saking galaknya.

“Kembalikan uang Saya! Kalau enggak, Saya laporkan kamu ke polisi!”

Tarik nafas bentar, lalu Saya bilang, “Silakan kalau mau laporkan ke polisi, Saya pasrah…”

Eh ternyata, cuma gertakan aja.

Saya lanjutkan, “Kalau Saya dipenjara, InsyaAllah uang Anda 100% NGGAK AKAN balik…”

Sejenak terdiam. Kayanya ketakutan.

Mungkin, dipikir2 bener juga, “Kalau si Dewa di penjara, yang balikin duit gw siapa?”

Begitulah teman yang cuma ada butuhnya saja.

Mereka mendekat, saat ada untungnya buat dia. Gak pernah ngerti apa yang sedang kita alami.

Hikmahnya, kalau mau bisnis, jangan karena hanya asas kedekatan dan kawan. Jelaskan akadnya secara gamblang. Baik buruknya seperti apa.

Kalau untung, gimana. Kalau rugi, gimana.

Kalau terjadi, ya terima. Jangan malah nuntut balik, dikira kita mesin ATM apa.

Yuk ah, lebih berhati-hati lagi dalam memilih partner bisnis. Jangan memilih mereka yang bermuka manis padahal aslinya egois.

Sambil mengevalusi diri sendiri tentunya..

 

sumber : Kang Dewa Eka Prayoga

memilih teman dalam Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *