Uncategorized

Day 3# Kami (bukan) generasi bac*t

#AmBu Maga, Ambil Buku Matikan Gadgetmu !

pada hari ketiga dari gerakan sederhana ini ternyata saya malah habiskan buku novel yang saya beli hari sabtu kemarin. Novel ini judulnya Kami (bukan) Generasi bac*t karya JS Khairen.

Penolakan adalah cara waktu mempersiapkan sesuatu yang lebih baik.

Sebuah novel ketiga dari total 4 Novel yang berkelanjutan ini. Dua novel sebelumnya berjudul Kami (bukan) Sarjana kertas dan Kami (bukan) jongos berdasi. Cerita novel ini tak lepas tentang pendidikan dan mimpi yang harus terus dijaga.

Beberapa tokohnya yang ada dalam novel ini diantaranya Ibu Lira, Ogi, Randi, Sania, Juwisa, Gala, Arko, Serta Cath. Sosok ini muncul diawal novel ketika cerita berawal dari kampus mereka, kampus UDEL (Universitas Daulat Eka Laksana).

Beberapa tokoh yang bermunculan sesudahnya adalah Puti adiknya Arko seorang mahasiswa kedokteran di kampus UDIN , ibunya Arko dan Puti (Amak), Rere serta beberapa tokoh lainnya sebagai pelengkap.

Novel yang ketiga ini masih bercerita tentang tokoh-tokoh ini ketika pada masa bekerja dan pada tahap pencarian pasangan hidup, satu-satunya yang sudah berkeluarga adalah si Gala, yang menikah dan diceritakan dinovel kedua. Novel ini masih dimana mereka berjuang tuk menghidupin keluarga yang bersamaan dengan menjaga mimpi-mimpi mereka tuk bisa terus mereka genggam.

Tantangan dan ujian silih berganti berdatangan diantara tokoh-tokoh tersebut, ada juwisa yang diceritakan kembali bangkit sesudah kecelakan dengan diamputasi kaki dan tangannya. Sania yang pada novel kedua berjuang dalam pekerjaannya dan pada novel ini mulai mengalami masa keemasannya sebagai seorang penyanyi (rockstar). Ogi yang sudah kembali dari Amerika dan memulai kerjasama bisnis dengan membikin star up bersama temannya Gala.

Saya tidak akan menceritakan secara detail satu persatu, tetapi saya meliat pada sisi lain bagaimana penulis (JS Khairen) bisa membuat tokoh-tokoh itu masing-masing bisa punya cerita sendiri.

Gak usah rumit, kapan hidup bahagianya?

Seperti halnya bu Lira yang jadi novel “Melangkah” dan kedepan Sania akan dibikin sebuah novel pula. Demikian pula Puti dan Juwisa yang akan dibikin novel pula. Luar biasa nih penulis.

Ada bagian dimana penulis memasukkan dirinya sendiri didalam novel kali ini, yaitu pada bagian dimana dia bertemu dengan Gala dan berkenalan disana. Dan lebih menakjubkan lagi pada bagian-bagian tertentu, semisal ketika Ogi menelpon bu Lira dan diliat bu Lira sedang berjuang dengan pasukan berkuda yang terliat kilatan petir, maka itupun terbaca di novel “melangkah”.

Begitu pula ketika Ogi menelpon bu Lira tidak direspon, pada bagian ini juga ada di bagian melangkah. Jadi di semua novel penulis seperti satu bagian yang terhubung. Luar biasa.

Saya pribadi memang tertarik dengan novel yang mengambil topik tentang dunia pendidikan. Untuk film seperti 3 idiot adalah film kesukaan saya tentang dunia pendidikan, tentang mimpi. Dan saya dapatkan hampir sama dengan yang ada di novel JS Khairen ini.

Novel Kami (bukan) sarjana kertas adalah sebuah novel yang saya katakan kalau ini saya baca waktu saya SMA, mungkin apa yang saya alami sekarang mungkin akan berbeda. Demikian pula ketika film 3 idiot ini saya liat ketika saya masih sekolah, mungkin akan berbeda jalur kehidupan saya.

Tapi diatas semua itu, saya belajar bahwa semua sudah ada garisnya. Semua sudah ada ketetapan dari Sang Pencipta. Dan yang terbaik adalah yang saya jalanin sekarang.

Kembali ke novel ini, saya harus bisa mengambil saripati pelajaran dari novel ini demikian tentunya buku yang lain yang sedang saya baca. Saya banyak belajar dari novel ini dan novel-novel sebelumnya. Terutama tentang paradigma pendidikan, kerja keras, etos kerja, menjaga mimpi-mimpi kita.

279 halaman saya selesaikan dalam 3 hari itupun saya bacanya sambil lalu saja. Mungkin kalau ada waktu biasanya saya selesaikan sekali atau dua kali duduk novel seperti ini. Faktornya karena saya interest atau tertarik. Beda jika saya tidak tertarik.

Novel “melangkah” karya beliau sampai hari ini belum saya selesaikan. Secara pribadi saya kecapaikan tuk menyelesaikan pada bagian akhir cerita, hingga saya hentikan sejenak. Paling tinggal 20 persen saja yang perlu saya baca. Tapi coba saya diamkan sejenak.



#AmbilBuku,Matikan Gadgetmu! #AmBuMaGa2020

#BulanBahasa

#FLPOke

#FLPSolo



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Day 2#Kenapa takut mati?

4 October 2020