Btpqismillah….

Fenomena gaung tpq / tpa yang pada intinya mengajarkan al Qur’an di jam luar sekolah sungguh sangat menggembirakan. Anak-anak berduyun-duyun datang ke Tpq / tpa. Saya sendiri termasuk salah satu anak yang dulu sudah mengalami pengajaran tpq / tpa menggunakan iqra’  karangan Asad Human, Kyai yang dari Yogyakarta itu. Sebelumnya saya sudah mengalami pengajaran lewat “turutan” kalau tidak salah namanya metode Al Bagdady. Jadi pembaca belajar dengan mengeja satu huruf, satu huruf. Seperti Alif fathah A, Ba fathah ba, dst.

Setelah hampir bertahun-tahun, pembinaan tpa/tpq berjalan. Ada salah satu permasalahan yang sering dialami ketika pasca tpq, seolah mereka telah selesai. Bahkan ritual wisudapun menjadi alat tuk membenarkan pendapat mereka.

Padahal sebenarnya pasca tpq inilah yang tak kalah penting dari masa-masa tpq. Pada sisi inilah yang rata-rata anak sudah mulai menginjak SMP, maka otomatis dia akan keluar satu persatu karena merasa bukan tempatnya lagi.
Dan ini hampir terjadi di semua tpq yang saya amati. Mereka seoalah “keteteran” dalam menghadapi anak didiknya pada usia-usia tersebut.

Saya sendiri terus masih belajar tuk mengelola masa-masa itu, sehingga saya sendiri Insya Allah memang berniat tuk tetap mengajar tpq dan membina remaja dimana pun saya berada. Itu sebuah komitmen bagi diri saya dan keluarga saya, Insya Allah.

Mengajar anak tenyata merupakan sarana evaluasi buat kita dengan menghilangkan ego dan rasa sombong kita ( merasa punya ilmu yang lebih dari anak-anak, harusnya ngajar di level yang lebih tinggi) itu yang terjadi bagi diri saya .

Kembali ke soal Tpq, salah satu langkah yang saya ambil dalam menyiapkan generasi pasca tpq salah satu yang saya tempuh adalah terbentuknya komunitas atau organisasi atau kumpulan remaja masjid yang merupakan wadah pasca tpq. Apakah cukup diberi wadah saja ?.

Ada salah satu kelemahan ktpq2enapa santri berhenti dari tpq maka di anggap sudah lulus. Satu karena wadah belum terbentuk dan sejak dididik di tpq, anak-anak tidak dikenalkan dengan wadah ini. Seolah gagap ketika wadah ini tiba-tiba muncul dikemudian hari.

Saya belajar..belajar bagaimana sejak dari tpq, wadah ini sudah saya kenalkan…Sebagian remaja yang masih bisa diajak, kita gerakkan untuk menghidupkan wadah ini dan terlibat dalam tpq.

Salah satu ide itu muncullah kelas kamis tpq yang saya pribadi masih aktif didalamnya, dimana kelas kamis itu merupakan garapan antara tpq dengan melibatkan remaja. Ide dan kreatifitas dalam melakukan kegiatan dengan ‘calon” remaja diasah didalam kelas tpq hari kamis ini.

kita sering bikin acara yang memang sifatnya membuat mereka mengenal Islam sesuai dengan masa-masa mereka. Masa-masa bermain, adalah masa-masa mereka saat itu. Maka perlahan ketika mereka sudah mulai tertarik dan senang, kita masukkan materi-materi, mengaji, serta bahan-bahan tpq lainnya. Harapannya tentu saja dalam beberapa tahun kedepan “wadah” berupa remaja masjid akan dikelola oleh mereka ketika mereka sudah menginjak remaja.

semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita tuk senantiasa berbuat kebaikan secara istiqomah.

selamat mencoba

Fenomena TPQ atau TPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *