Nyalakan Laptop dan tulislah!

Nyalakan Laptop dan tulislah!

Seharian tadi kegiatan berjibun luar biasa dari pagi hari. Meskipun ini adalah hari libur, Sabtu. Tapi benar-benar luar biasa aktivitasnya.

Ada pelajaran hari ini di kelas Whatsapp Group Surga “Sahabat Keluarga”. Kali ini merupakan pembelajaran perdana dikelas. Dan sebagaimana biasanya, kami masih mencari pola yang nyaman dan pas tuk pembelajaran perdana ini. Sekali lagi seiring dengan aktivitas yang luar biasa dari bangun tidur sampai tidur lagi, maka menyempatkan tuk melakukan kegiatan ditengah-tengah aktivitas yang bertabrakan adalah sesuatu yang mau tidak mau harus bisa dilakukan.

ada yang belajar dirumah
Photo by Lonely Planet on Unsplash

Dan ternyata inilah perbedaan kelas Online dengan Offline. Dikelas online peserta tidak akan tahu kalau pas pelaksanaan kelas, kondisi kita saat itu dalam keadaan seperti apa?. Apakah dalam keadaan masih dijalan sebentar ketika bangjo, baru naik kereta api (seperti pemateri yang baru pulang dari Jakarta, bangun tidur, habis sarapan pagi, baru sakit, sedang ngasuh anak, perbaiki sepeda motor yang rusak, ngajar dikelas, ataupun lainnya.

Kita juga tak tahu kalau yang berada disana itu adalah orang-orang yang ternyata lintas kabupaten bahkan lintas provinsi. Sesuatu yang tak tampak secara fisik, tetapi satu hal yang sama. Mereka yang disana ada dalam satu hati dan pikiran tuk mendulang ilmu yang diajarkan pemateri dikelas. Dengan memposisikan diri sebagai gelas yang kosong.

Nach, tuk pertemuan kali ini, yang menyampaikan dikelas adalah Kang Fadlan Al Ikhwani (penulis best Seller Don’t Cry, Ketika mencintai tak bisa memiliki serta puluhan buku lainnya). Beliau sosok yang kami kenal sudah sekitar 8 tahunan yang lalu.

Kami pernah adaan beberapa acara dengan beliau, salah satu yang saya ingat adalah bedah buku acara book fair di Goro hypermart yang saat itu pesertanya sampai membludak, sehingga kami buat lesehan.

ini buku yang sempat kami bedah saat ini dengan penerbit Pro U Media Yogyakarta

Ilmu yang mengalir dikelas itu ternyata luar biasa. Tanya jawab disampaikan pun akan terasa dahsyat ketika yang menyampaikan dan penerima pesan ilmu itu hadir disana. Bertanya dan dijawab langsung oleh pemateri.

Beberapa hal yang saya ingat adalah berkaitan dengan mood, beliau bilang kalau mood itu diciptakan.

Jadi ketika kita ‘merasa’ gak mood maka beliau sarankan ciptakan mood itu dengan buka laptop dan tulislah.

Hal lain yang masih saya ingat adalah tentang keistiqomahan menulis. Menulislah setiap hari, karena Allah itu senang terhadap amal-amal yang dilakukan meskipun kecil tapi istiqomah. Menulis setiap hari dengan waktu yang bisa dilakukan kalian. Emak-emak yang super duper sibuknya bisa dilakukan waktu anak-anak sudah tidur ataupun lainnya. Beliau menambahkan kalau nulis sering pas habis sholat tahajud maupun sesudah shalat subuh.

Berkaitan dengan motivasi menulis pun beliau sangat tekankan dikelas. Menulislah tuk mengapai surga serta motivasi-motivasi lainnya berkaitan dengan menulis. Selain itu pertanyaan-pertanyaan tentang teknis dalam menulis pun beliau jelaskan disana ketika menjawab pertanyaan dari peserta dari membicarakan pemilihan judul, menciptakan sosok yang jahat dalam novel/cerpen, pemilihan referensi buku dan lainnya.

Dan diakhir penutupnya beliau menyampaikan seperti ini :

Manusia mati meninggalkan apa?
Photo by Lonely Planet on Unsplash
Manusia mati meninggalkan apa?
Photo by Lonely Planet on Unsplash

Gajah mati meninggalkan gading, badak mati meninggalkan cula. Nah, apa yang ingin kita tinggalkan ketika jasad kita telah dimakan cacing tanah? Bila kita diberikan kemampuan dan kesempatan oleh Allah untuk menulis, lakukanlah. Mnulislah untuk menyampaikan kebenaran, menjadi jalan amal shaleh yg dapat trus mengalir pahalanya sehingga menjadi perantara kita menuju surga.

Dan…tiada resep terbaik untuk menjadi penulis, baik penulis biasa ataupun penulis hebat kecuali; Menulislah Sekarang Juga!

Semoga bermnfaat
Barakallahu fiikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *