Mewujudkan sebuah kota kecil

Saya mempunyai mimpi tuk mewujudkan sebuah kota kecil yang penduduknya khusyu’. Khusyu dalam shalatnya juga khusyu’ dalam kehidupannya. Sebuah kota yang damai dan penuh toleransi antar penduduknya.

Apakah disana berarti tidak ada yang beragama non islam??. Bukan sama sekali bukan. Yang saya dambakan adalah kota ini berinteraksi antar penduduknya dengan hati dan toleransi. Ketika seorang mukmin khusyu’ dalam kehidupannya, maka toleransi, saling membantu, tepo sliro, peduli terhadap kanan kirinya itu akan muncul sendiri.

Inhern muncul dari dirinya sendiri. Dan inilah yang saya maksudkan. Sebuah kehidupan yang nyaman. Orang kaya bisa membantu yang miskin, pemimpin yang memperhatikan dan medoakan rakyat akar rumput setiap harinya.

anak kecil yang bahagia….lepas bahagian… sumber:google (lupa ngesave linknya)

Sebuah kehidupan yang nyaman dan ramah tuk semua.

Lalu apakah disana tidak ada penjahat, pencuri dsbnya?… Mungkin tetap ada, tetapi dengan auro lingkungan dan masyarakat yang tertata maka dengan sendirinya kegelapan itu akan perlahan tenggelap seiring dengan terbitnya matahari.

Madinah kecil ini adalah proses kecil menuju kearah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *