Allahumma alhimni rusydi wa qini syaŕrannafsi

“Ya Allah berikan kami ilham sebagai petunjuk bagi kami dan kami berlindung dari hati yang jahat”

Doa ini diberikan kepada sahabat Nabi yang baru masuk islam bernama Husain bin mundzir. Sebuah pengajaran yang sangat penting bagi seorang yang mempunyai Tuhan. Sebab ilham merupakan tanda dan menunjukkan kebenaran atas keberadaan Allah. Kita bukan beriman kepada yang mati dan tuli “irba’u ala anfusikum fa innakum la tad’una ashamma wala ghaiba”.

Ketahuilah oleh kalian semua sesungguhnya kalian tidak memanggil kepada yang tuli dan yang ghaib !!

“Wahuwa sami’u qaribun mujibuda’wat”. Dan dia Maha mendengar Maha dekat dan mendengarkan panggilanmu.

Inilah kesalahan kita selama ini,  Setiap sholat ataupun doa seharusnya kita mampu mendengarkan jawaban jawaban Allah  ( inthandzoro jawabbarabbi)  tunggu sejenak jawaban Tuhanmu ketika engkau memuji Tuhanmu.

Alhamdulilahirabbi’alamin , arrahmanirrahim, maliki yaumiddin..kemudian Allah menjawab “hamidani abdi, asna ‘alaiya abdi, majjadani abdi”

Hadis ini menunjukkan bahwa didalam setiap doa harus mampu menangkap jawaban Tuhanmu. Keadaan ini menjadi sebuah ukuran bagi kita atas keimanan kepada Allah swt atas keberadaannya yang nyata dan yg mampu dibuktikan dengan menangkap pembicaraan Allah (dalam hati) kita dan juga mampu menangkap (murkanya Allah) dalam hati kita.

Bagi orang yg khusyu maka hukumnya wajib menangkap respon respon dari Allah yang berupa sakinah dan rahmat yg diturunkan. Sehingga kita menjadi mukmin yg hakiki.

Bukan sebuah kepalsuan yg kita tampilkan setiap berdiri sholat, padahal inilah inti agama yg diajarkan Rasulullah saw.

( Abu sangkan )

* Pada kalimat “Bukan sebuah kepalsuan yang kita tampilkan setiap berdiri sholat” menjadi seperti tamparan bagi diri kami beberapa waktu yang lalu sehingga sempat membahasnya di sebuah pertemuan. Kita berdiri tetapi berdiri dengan penuh kepalsuan tanpa bisa  menyadari dan menangkap layaknya sebuah percakapan dan pembicaraan. Ketahuilah oleh kalian semua sesungguhnya kalian tidak memanggil kepada yang tuli dan yang ghaib !!

bukan sebuah kepalsuan

Bukan sebuah kepalsuan yg kita tampilkan setiap berdiri sholat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *