Suatu waktu sahabat saya bercerita kepada saya tentang jamaah masjid dilingkungan rumahnya. Dia bercerita dengan semangatnya bahwa tetangganya itu merupakan jamaah masjid yang super aktif. Tiap 5 waktu on Time dia selalu berada di masjid. beliaupun menambahkan kalau tetangganya itu merupakan orang yang sholeh. Menyaksikan sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Tidak macem-macem tingkah lakunya.

Lalu….

Suatu ketika tetangganya sahabat saya itu tidak sadarkan diri dan harus diopname dirumah sakit. Seperti halnya dalam bayangan saya waktu diceritakan kisah ini seperti halnya orang yang sedang koma atau ibaratnya tinggal seujung kuku dengan kematian.

RIngkas cerita waktu tak beberapa lama sadarlah orang tersebut dan kembali pulih seperti sedia kala. Pada suatu waktu beliau cerita tentang bagaimana beratnya pengucapan lafal “llaa illaha illalloh” (Tiada sesembahan yang patut disembah kecuali hanya Allah / Tiada Tuhan selain Allah). Karena kita semua tahu akan sebuah hadist bahwa barang siapa di akhir hayatnya mengucapkan kalimat ini, maka “dakholal jannah” (masuk surga). Sebuah khusnul khotimah menjadi sebuah keinginan kita semua. Dan ternyata tetangga sahabat saya ini mengatakan betapa sulitnya…betapa tidak mudahnya kalimat itu terucap ketika beliau mengalami keadaan menuju ketidak sadaran tersebut.

Apahal dengan kita?….Lalu seperti apa kita nanti?…..akhir kalimat seperti apa yang terucap di ujung lidah kita?….sedangkan kita….sekali lagi sedangkan kita…..kita sendiri tahu seberapa kotornya kita… Dan ini….ini adalah orang yang dalam tiap harinya berada dimasjid, shalat 5 waktu rutin….terkenal baik..dan mengatakan kalau “betapa sulitnya/ betapa tidakmudahnya hal itu”.

Sebuah catatan berharga yang mana lagi yang tidak sampai kepada hatimu.????…sekarang waktunya tuk berubah…kita yang jauh in…

Apa kalimat terakhirmu?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *