Bismillah…

Rasulullah Saw bersabda:

“Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya”

Yuk kita bahas satu per satu…

Pertama, SEDEKAH JARIYAH.

Sebagaimana yang udah kawan2 ketahui, sedekah itu PASTI berbalas. Karena Allah menjanjikannya.

Mengeluarkan harta untuk sedekah tidak akan pernah berkurang nilainya, bahkan seringkali bertambah. Karena sejatinya kita sedang menitipkan uang kita di “bank langit”, tidak berbunga, tak ada riba, tapi balasannya besar luar biasa!

Makin banyak yang disedekahkan, makin banyak tabungan kita untuk kehidupan di akhirat kelak…

Mana yang lebih penting, menumpuk kekayaan di dunia dan tak menyedekahkannya ATAU sering menyedekahkan harta dan jadi kaya di akhirat kelak?

Membiasakan diri untuk bersedekah, walaupun hanya 10.000 rupiah setiap harinya, asalkan konsisten…

Secara bertahap, naikan angkanya menjadi Rp 100.000, lalu Rp 1.000.000, kemudian Rp 10.000.000, lantas Rp 100.000.000, dan seterusnya…

Bukan gak sanggup, tapi kadang kita gak MAU… Awal2, niatkan saja dulu. Pas uangnya aja, silakan dicoba. Nyessss di hati, legaa…

Gajian dari perusahaan misalkan Rp 10.000.000, ambil Rp 3.000.000 untuk keperluan rumah tangga, sedekahkan sisanya. Ini melatih otot keberlimpahan… Efeknya beda. Deg2an, tapi membahagiakan…

Tiba2 dapat rezeki besar, katakanlah Rp 100.000.000. Bersyukur banget sama Allah SWT. Ambil Rp 3.000.000 untuk keperluan rumah tangga, simpan Rp 17.000.000 untuk tabungan dan investasi kedepan, sisanya sedekahkan…. Beuh dag dig dug serrr…!!

Kalau niatnya aja belum berani, apalagi kenyataannya. Jadi, niatkan saja dulu. Pas dapat, cobain. Dijamin legaaa…

Sekedar share pengalaman, pas sakit kemarin, biaya RS nya nyampe 650 juta lebih. Kaget pisan… Langsung bisikin istri, “Bun uang kita yang itu sedekahin aja deh, ke orang yang paling membutuhkan..”

Singkat cerita, uang itu pun keluar dan kami sedekahkan, tanpa pikir panjang lebar… Percaya dan iman sama janji Allah SWT, tanpa ragu sedikitpun.

MasyaAllah… Gak harus nunggu berlama2, 2 bulan langsung berbalas. Uang biaya RS langsung balik seketika. Saldo nambah dengan sendirinya. Jalannya ada ada. Skenario Allah memang tak terduga.

Masih ingat cerita reseller Shaliha Hijab yang menyedekahkan reward Logam Mulianya? Langsung berbalas…

Masih ingat wejangan ustadz yang nyuruh sedekah hari Jum’at dengan nasi bungkus? Langsung berbalas..

“Aku kok udah sedekah tapi gak berbalas?”

Ingat, PASTI dibalas. Bukan secepatnya, tapi SETEPATNYA.

Allah lebih tahu skenario indahnya. Kita pasrah dan percayakan saja.

Lanjut…

Kedua, ILMU YANG BERMANFAAT.

Di era informasi kaya gini, berbagi ilmu bermanfaat lebih dimudahkan

Adanya sosial media mempermudah distribusi informasi dan ilmu yang kita miliki, atas izin Allah..

Maka, jangan pelit tuk berbagi ilmu bermanfaat. Senewbie apapun Anda, itu hanya perasaan saja..

Kebaikan tak memandang status, bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja…

Luruskan niatnya, bukan bermaksud menggurui, tapi murni ingin berbagi

Terlepas akan ada orang yang melabeli kita sok tahu dan sok ngerti, abaikan saja. Yang tahu niat kita hanya kita dan Allah SWT…

Jangan berhenti berbagi hanya karena cibiran manusia. Capek..

Fokus berbuat kebaikan dan menebar manfaat karena Allah..

Jadi, menebarkan ilmu bermanfaat itu sejatinya bukan untuk mereka (yang mendapatkan sharing kita), tapi justru untuk kebaikan kita sendiri (untuk bekal dan tabungan di akhirat kelak)

Sudahlah, jangan pedulikan apa kata orang. Jangan pusing dengan cemoohan orang. Jangan baper dengan nyinyiran orang. Orang lain biarkan berkomentar, kita fokus berbuat kebaikan…

Lanjut..

Ketiga, ANAK SHOLEH YANG MENDOAKAN ORANG TUANYA.

Itulah kenapa, bagi kita yang sudah memiliki anak, memerhatikan betul pola didik kita pada mereka

Pastikan kita sudah mengenalkan mereka tentang ilmu tauhid sedari kecil…

Kenalkan Allah sejak dini…

Dan sekolahkan mereka di tempat terbaik, bukan hanya pendidikan duniawi saja, tapi juga lengkap dengan pendidikan akhiratnya..

Bagi yang belum nikah dan punya anak, bersabarlah… Anda bisa mendidik anak orang lain. Anak yatim dan dhuafa misalnya..

Intinya, tak ada alasan untuk tidak berbuat baik. Pasti ada cara. Pasti ada kesempatan. Selama ada kemauan…

Semoga tiga poin dalam hadits ini membuat kita makin semangat untuk memperbanyak amal kebaikan. Aamiin…
Sekian dari Saya, semoga bermanfaat. Silakan sebarkan, jika merasa perlu.

sumber : Kang Dewa Eka Prayoga
3 Hal Sederhana yang patut diperhatikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *